Delegasi ICAPPS 2026 Kunjungi IKN, Saling Tukar Gagasan dan Bahas Perencanaan Kota Berkelanjutan Antarnegara
Rangkaian agenda kunjungan Delegasi ICAPPS 2026 dimulai dengan sambutan kunjungan di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Panel Expert Discussion, serta diakhiri dengan peninggalan jejak hijau di Nusantara. (humas otorita ibu kota nusantara)
POSKOTAKALTIMNEWS, NUSANTARA
: Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyambut
kunjungan Delegasi International Conference on Asia Pacific Planning Societies
(ICAPPS) 2026 pada Jumat siang (21/08/2026) di Kantor Balai Kota Otorita IKN.
Kunjungan ini menjadi rangkaian agenda Panel Expert Discussion yang digelar
pada malam hari di Multifunction Hall Kantor Bersama Kemenko 3.
Kunjungan yang
menghadirkan 28 delegasi ICAPPS 2026 dari sejumlah negara di kawasan Asia
Pasifik ini menjadi momentum melihat langsung progres pembangunan Kawasan
Nusantara, sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perencanaan dan
pembangunan kota berkelanjutan. Basuki menyampaikan bahwa kehadiran para
delegasi diharapkan dapat memberi pemahaman lebih utuh mengenai visi besar yang
melandasi pembangunan IKN.
“Kami berharap
kunjungan ini tidak hanya memberi kesempatan untuk melihat kemajuan
pembangunan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang visi,
prinsip, dan aspirasi di balik pembangunan ini. Sekali lagi, saya sampaikan
selamat datang di Nusantara,” ujar Basuki.
Agenda Panel Expert
Discussion tersebut turut membahas pengalaman perencanaan kota dari sejumlah
negara, mulai dari Tokyo Metropolitan Area, Kota Sejong, hingga praktik
perencanaan kota di Taiwan. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan
perencanaan dan perancangan IKN sebagai kota yang dikembangkan dengan prinsip
forest city, sponge city, dan smart city.
Salah satu pemapar
sekaligus delegasi ICAPPS 2026, Kwan Ok Lee, menyampaikan bahwa kunjungan ke
Nusantara memberi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana konsep
perencanaan kota diterjemahkan dalam pelaksanaan pembangunan.
“Rencana dan konsep
ada di atas kertas, tapi bagaimana melakukannya adalah cerita yang berbeda.
Karena kita benar-benar membutuhkan pendanaan dan komponen praktis untuk
melakukan rencana. Saya pikir yang paling penting adalah kepemimpinan dan
bagaimana mengembangkan visi ambisius ini,” ujar Kwan Ok Lee.
Pandangan tersebut
sejalan dengan penjelasan penggagas desain kawasan Nusantara, pendiri Urban+,
sekaligus pemenang sayembara desain Ibu Kota Nusantara tahun 2019, Sibarani
Sofian. Bagi Sibarani, rancangan Nusantara merupakan terobosan yang berangkat
dari gagasan kota hijau, berkelanjutan, cerdas, dan transformatif.
“Kita harus percaya diri bahwa produk yang sudah kita buat dan kita rancang ini sebetulnya adalah suatu terobosan. Dan sesuatu hal yang baik dan bagus untuk menjadi contoh untuk kota-kota yang lain, karena kita berusaha melakukan kota yang sangat hijau, sangat sustainable, smart, dan juga transformatif. Jadi, untuk teman-teman yang mendengar atau terlibat atau pengen tahu, cari tahu lebih banyak, kalau perlu datang ke sini. Karena seeing is believing,” ujar Sibarani.
Otorita IKN berharap
kunjungan dan diskusi bersama delegasi ICAPPS 2026 dapat memperkuat pertukaran
pengetahuan antara Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik. Otorita IKN juga
terus membuka ruang kolaborasi ke depan, mulai dari pengembangan ilmu pengetahuan,
pertukaran gagasan, peluang dunia usaha, hingga kerja sama lintas disiplin
dalam pembangunan Nusantara. (hms-oikn)